Selasa, 31 Maret 2015

Ulang Tahun Farid



Waktu itu, entah tanggal berapa dan hari apa namun, yang ku tahu hari itu hari ulang tahun teman sekelasku. Anak laki-laki yang bertubuh gemuk dan tinggi, mata yang sipit dan kulit yang putih itu namanya farid. Di sekolah dia mengajak semua teman sekelasnya termasuk aku untuk hadir di pesta ulang tahunya, saat itu aku senang-senang saja apalagi bisa makan gratis dan enak asalkan bawa kado saja buat anak gedut itu yang sering bikin aku kesel!. Ya, memang dia memang jail dan usil sama semua teman-temannya tak jarang juga di kelas aku sering berdebat dengan dia.
Akhirnya aku memberikan kado berupa buku tulis dan alat tulis, yah namanya juga waktu SD asalkan wujudnya berupa kado pasti senang-senang saja menerimanya tak peduli isinya sangat sederhana sekali pun. Siang itu aku dan teman-teman ku datang ke rumah si farid, yah namanya juga anak kaya pestanya sangat meriah di rumah pohon lagi betah banget deh. Setelah farid meniup kue ultahnya dan memotong lalu membagikan kuenya aku dan teman-temanku di persilahkan untuk makan siang bersama. Pada saat itu, aku duduk di sebelah vian sahabat karibnya farid yang kemana pun farid pergi dia pasti ikut terus, juju raja sih dulu sempat kagum sama vian. Nah, pada saat itu tiba-tiba saja minuman vian tumpah dan alhasil karpet yang ku dudukipun basah, farid menyuruhku duduk di sebelahnya. Sangat terpaksa sih, dan temen-temenku pun malah menggodaku aku tambah merasa risih dan jengkel tapi a gimna lagi dari pada bajuku ikut-ikutan basah.
Ada sesuatu yang berbeda pada sosok pada saat itu, tiba-tiba saja dia begitu akrab padaku, sangat ramah dan sok menawariku untuk makan lagi tapi yah tengsin dong masa aku aja yang makan. Setelah kejadian itu dia jadi lebih sering main kerumhaku dengan alasan pengen minta tnaman bunga yang mama ku tanam, bunga apa saja dia minta katanya sih untuk di rawat di rumahnya. Papa ku dan mama ku sempat curia dan sempat bertanya kenapa farid dan sahabatnya itu datang terus ke rumahku, aku jawab “nggak tau” malah papa beranggapan aku dan farid ‘pacaran’ oh no! it’s impossible for me. Aku sama sekali tidak menyukainya berhubungan dengan sifatnya yang “bandel” aku malah lebih menyukai sahabatnya, vian. Sejak itu pula dia sering memberiku barang-barang kecil seperti gelang dan lain-lain (lupalagi soalnyaa kejadiannya waktu kelas 5SD).
Aku rasa dia laki-laki pertama yang megajakku makan disampingnnya dan memberiku hadiah-hadiah kecil dan mendatangi rumahku hampir tiap harinya. Sayang, pada semester dua aku dan keluarga ku harus pindah ke bandung. Entahlah apakah dia masih di papua atau sudah pergi ke kampunya, Makassar. Dan ku pikir dialah cinta monyet pertamakuJ
And it’s very fun if I can see his again.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar